Tuesday, 29 March 2016

AKU TUNGGU JAWABAN MU TUHAN

Jalan ini begitu panjang dan berat bagiku, tekanan akan sebuah hasil yang tak terlihat, dan sedikit kritik bedas juga gunjingan tanpa henti dari mulut pembanding yang menyakitkan hati, mereka terlihat lebih kejam dari seorang hakim yang membawa palu vonis pada terdakwa, memutahkan kesalahan pada narapidana, lalu tanpa dosa memutuskan perkara. dari sudut yang berbeda seorang anak manusia menjadi korban atas busa mululut yang berbisa berbicara tanpa jeda, membawa berita tanpa ada fakta, mengobral cerita di tengah-tengah manusia lainnya, merekla saling menghakimi pada satu insan yang nista. deretan luka yang di derita tak di sembukan oleh cerita, hilangnya kepercayaan bagaikan duri dalam daging, terus terasa sampai akhir hayatnya.
gunjingan mereka ibarat air garam yang di taburkan di atas luka, sadarkah mereka dengan yang di lakukan, sungguh hina kah yang di bicarakan , sampai hati kah mereka membunuh jiwa yang sengsara, menambahkan derita dengan cerita tanpa jeda. seolah bodoh aku menerima dan berharap waktu akan menjawabnya, menampar keras para pembicara dan menunjukan sebuah fakta bahwa aku lebih mulya, jangan salhkan aku berjaya karena hinaan dan cacian yang mereka berikan, semua itu kuanggap sebagai pelecut semangat bagi jiwanku, pengobar semangat untyuk terus bejuang, dan penguatku adalah cita-cita, satu hal yang aku tau, takan ada yang suia-sia daru usaha dan doa, hanya waktu yang akan menjadikannya nyata, kapan waktu itu tiba biarlah tuhan yamng menhjawabnya, aku hanya berusaha sebatas apa yang aku mampu.
aku biarkan semuanya membenci dan menjauh dariku, seolah hina diriku di mata mereka, aku di pandang sebagai manusia gagal yang tak berguna, padahal ini belum usai, mereka jauh meninggalkanku, memberi luka yang begitu dalam, seolah tanpa dosa mereka tak berkata, tapi aku akan tertus berusaha sampai akhirnya aku tau sebatas mana aku mampu berlari, dan sebatas mana aku mampu mertahan, bukan kesombongan tapi ini sebuah penguatan dan keyakinan, bahwa takan ada yang sia-sia untuk terus berusaha.
Dunia bukan hanya milik kita, banyak telinga yang siap mendengarkan mulut berbicara, tapi hati terkadang di biarkan mati tanpa nurani lagi. mereka menari dan bangga menjadi seorng hakim tanpa melihat usaha dari orang yang mereka hakimi, tanpa dosa mereka membuat cerita, tanpa cela mereka menghiasi obrolan dengan fitnah dan keburukan itu. aku bersabar aku selalu sabar sampai nanti waktuku tiba, sampai nanti tuhan menjawab atas apa yang aku usahakn dan yang terbaik selalu berjalan dia atas yng baik, dan selalu ada batu untuk memuat jalan itu kuat dan halus, tapi jika aspal itu di tuang maka krikil itu menjadi hilang ulehnya. tunggulah waktunya tuhan akan menjawab doaku dan usahku takan pernah menjadi sia-sia karena clotehmu, aku percaya tuhanku lebih mengetahui apa yang ada dalam hidupku, dan aku percaya rencananya selalu lebih indah dan baik bagiku.

RINTIHAN DOA

Aku percaya kuasamu, aku percaya kau takan pernah meninggalkanku, saat ini kau sedang mengujiku dengan segala susah dan hilangnya arah tujuanku, saat ini kau sedang mengujiku dengan jatuhnya diriku dan bingungnya jiwaku, aku tau kau selalu memelukku dalam doa dan usahaku, tapi kau tau batas mampu dan kapan aku bisa menjadi seperti inginku. Jika hamba tak lebih pantas mendapatkan apa yang haba inginkan maka berilah hamba sebuah kenyataan bahwa hamba bisa lebih dari yang sekang ini, tuntunlah langkahku arahkan tujuanku bersama rahmatmu, dan pada waktu yang kau janjikan pertemukan aku dengan rencanamu yang membuatku merasa lebih baik memiliki dan memujamu.
Tuhan jika saja aku ingin bercerita melalui doa, dan kau belum mengabulkannya mungkinkah aku harus bercerita pada mahlukmu, ataukah aku kuatkan jiwaku menuju rencanamu, jika itu yang engkau kehendaki kuat kanlah hati ini dan kuatkanlah iman ini agar selalu menuju dan berjalan di atas ridhomu, jika nanti aku menemui hal yang lenih sulit kumohon tuhan terimalah sujudku dan ampunilah dosaku, aku tak ingin menjadi mahluk yang takabur, karena itu aku mohon ringankanlah, dan jika kau ingin aku melewatinya kuatkanlah hambamu ini.
Aku terlahir dari rahim seorang yang mulia, yang kau ciptakan pada saat yang bahagia, maka izinkan aku membalas orang yang telah melahirkanku kedunia, maka berilah aku sedikit rizqimu untuk ku berikan padanya, aku sadar waktuku tak begitu banyak untuknya maka biarkanlah aku menjadi anak yang berguna dan izinkanlah ia menatap dan bercengkrama dengan cucunya kelak, satu hal yang aku takutkan adalah kau terus mengujinya dan diriku menjadi anak yang begitu lemah tak sanggup untuk membantunya, bahkan sekedar untuk menatap wajahnya pun aku jauh, jika kau dengar doaku maka berilah hamba kekuatan agar hamba mampu melihatnya tersenyum bangga dan bahagia bersama keluarga kecilku kelak.
Aku tau rencanamu lebihindah dan lebih baik bagiku, tapi izinkanlah aku sebagai hamba yang hina ini memohon utuk kesekian kalinya, agar selalu di berikan kekuatan, kesehatan, serta keselamatan dunia dan akhirat, dan juga setitik warna bahagia untuk mereka yang rela menitikan airmata dan tersenyum bangga kepadaku, izinkanlah hamba, atas kuasamu untu mampu membahagiakan mereka dengan tangan yang ku pinjam darimu, denga kekuatan yang kau berikan padaku dan rizqi yang kau singgahkan untukku.
jika suatu hari nanti aku menemukan jalan diatas jalanmu maka kuatkanlah imanku untuk tetap berjalan dengan kedua kakiku disana, dan jangnlah kau biarkan hamba terjatuh kembali kelembah nista dimana dosa dan sengnsara menjadi hiasan dunia, tuhan izinkanlah aku meraih duniaku, dan berilah kekuatan padaku untuk terus bersyukur kepadamu, di setiap waktu yang telah kau tetapkan.
Jika pada saatnya nanti tiba, biarkanlah tangaku ini meraih bahagia, dan memeluk sejahtra bersama keluarga, saudara dan sahabat yang ada di dunia ini, izinkan aku berbagi dan mampu memberi bukan meminta dan hanya berharap. Tuhan, aku bersyukur kau izinkan di bumimu, menatap mataharimu, menghirup udaramu dan juga berjalan di tanahmu. Tuhan, aq tau kuasamu melebihi apa yang di langit dan apa yang da di bumi, dan nikmatmu takkan pernah habis untuk di tuliskan, tapi jika aku boleh meminta, jangnlah kau jadikan aku bagian dari orang-orang yang kufur atas nikmatmu, jadikanlah aku manusia yang penuh syukur, dan mampu menjaga imanku hingga akhir hayatku.
Tuhan jika nanti waktunya tiba izinkanlah aku menajdi manusia yang lebih berguna dari sekarang, jadikanlah aku manusia yang lebih bahagia karena memiliki iman didalam jiwa, serta percaya kau selalu ada dan tak pernah melepasku dan mebiarkanku pergi dari putaran rahmatmu. Tuhan aku tau ini ujianmu tapi jika hamba boleh meminta kuatkanlah hamba, berilah hamba kemudahan atas semua yang kau takdirkan, dan berilah jawaban atas doaku ini, agar hamba menjadi manusia yang lebih baik, dan mampu menjawab atas semua yang hamba jalani, berilah hamba jalan terbaik dan mudahkanlah ya rob, mudahkanlah, biarkan aku menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mampu menjaga amanah yang di bebankan padaku. kabulkanlah. AMINN.......

Monday, 28 March 2016

MENGEJAR ASA

Semerbak wangi basah hujan, dingin malam menusuk tulang, terlihat remang di tengah jalanan, wajah murung di bersambut kusut, di sudut hati yang mulai kalut, terlihat huyun langkah tak terarah iringan grimis mulai menari, sebuah mimpi yang lama di cari, jatuh di jalan liku berduri, seoranga pemimpi dengan sejuta harap, selesai studi di bulan ini, akhir sapa dari orang tua, menanti anaknya mengenakan toga, sedikit lesu dia berjalan harapan itu terlihat padam, dengan rentetan waktu yang di punya seolah jiwa tak lagi terima, kenapa lama, kenapa terlalu lama kau disana? bukankah masa depanmu telah berwarna apakah kau menunggu harapan sirna? seolah berburu dengan jatuhnya air dia terus berjalan tanpa berfikir, sampailah dia di lorong kecil, tempat segala macam fikir, sederet kamar tanpa ukir, secuil kasur untukmu tidur, disudut sempit  disela letihmu, kau terdiam dalam renungan sepi, seolah waktu takingin berhenti tak terasa memburumu penuh dosa, berharap kau berharap akan ada jalan di sudut kota, di bawah gedung yang tertata, di deretan bangku para sarjana.
Alunan klasi musik alam, membawa sejuta kenangan yang hilang, merindu wajah ibunda tersayang menanti mimpi datang menghampiri, ada luka dalam hati saat ku coba terus berlari, dari jauhmata memandang secuil harapan kini nampak hilang, hidup di ujung pedang pancungan menjadi gunjingan dan hinaan, hidup selalu memberi warna, tapi kenyataan ini begitu menyiksa, merambat mimpi mengejar asa di deretan riuhnya ibu kota. desa yang ku tinggal begitu tenang walau gersang dengan pengalaman, hidup bagai bambu lurue sekali terayun oleh angin, deretan pemuda dengan kekuatan otot bekerja siang malam untuk kebutuhan, tapi kami hanyalah orang desa, sesekali ingin melihat gemerlapnya ibu kota, merajut asa meraih mimpi, sesekali hanya rekreasi, tapi apa daya aq terjatuh, dalam pusara tampa henti, di sebuah lubang bergerigi, diam aku mati berjalan terus sangat berat di kaki, hanya sebuah harapan dari panjangnya mimpi jika nanti aku telah resmi menjadi sarjana di kemudian hari.
Maafkan anakmu ayah, sampai kini aku tak bisa melihat tawamu, melihat senyum kebanggaan seorang ayah dari anak yang dia besarkan, aku sering menjadi beban dan memeras keringat dan air mata. jika nanti waktunya kan tiba aku ingin sekali menatapmu bangga, memelukmu sebagai wajah sarjana, dan mencium tanganmu yang telah memberiku segalanya, mencurahkan jiwa dan raga. Ayah mungkin letihmu tak berujung selembar doa tak mampu membalasnya, aku tak perduli jika engkau disana apapun nanti akan ku bahagiakan enggkau, maafkan anakmu yang membuat malu, merepotkanmu sepanjang waktu, tapi nanti saatnya aku ingin membahagiakanmu, dengan apa yang aku punya, asa ini masih ku jaga walau waktu hampir tak lgi tersisa namun semangat dan mengingatmu aku merasa bisa, karena kau tak pernah meminta kecuali bertanya kapan aku wisuda.
Deretan cerita yang tersimpan, aku tumbuh menjadi dewasa dan kau kini tampa tua, keriput dan lelah, menanggung beban atas diriku, tak sejauh apa kau meminta tapi akau akan selalu mengingatmu, mengenangmu dan berjanji merawatmu, sebagai seorang putra yang kau banggakan, sebagai balas atas apa yang kau berikan, walau deretan jasamu tak bisa ku abaikan, dan deretan kasihmu tak pernah bisa aku kembalikan, tapi diriku berjanji akan merawatmu dan membahagiakanmu suatu saat nanti, dengan apa yang aku miliki, dan sekali lagi asa ini masih ada dalam hati ku jaga dan ku tanam agar tetap kuat pendirian ku, agar semangt sebagai wujud terimakasihku kepadamu.

Saturday, 26 March 2016

BAHAGIALAH DENGAN SYUKUR

Bahagia, seperti apa itu bahagia?, apa mereka yang selalu tertawa? apa mereka yang tak pernah merasa gagal? atau mereka yang tek pernah merasakan perihnya hidup? lalu apa warna bahagia itu, dimana bahagia itu, dan dengan apa kita mengambil bahagia itu? Kita sering bertanya kebahagiaan hanya saat kita menerima kegagalan dan kenestapaan, pada saat kita tega berjalan, dan tertawa senang, kita tak lagi memikirkan kata bahagia, kita sering lupa bahwa bahagia itu bukanlah apa atau dimana, dan bagai mana, tapi bahagia itu sebuah rasa yang berbeda, dimana kau merasa bahwa hidup ini terasa lebih nyaman dan cukup, tanpa ambisi dan iri.
Kita sering lupa dengan cara tertawa ketika ambisi dan mimpi kita terasa nihil, lalu kita membenci keadaan, dilema dalam suasana, dan hilang separuh semangat dalam jiwa, kita sering lupa bahwa kita pantasnya bersyukur, usaha hanyalah sebuah jalan gelap yang kita lalui, dan sukses adalah tujuan akhirnya, lalu kenapa kita menyalahkan takdir saat kakimu terluka karena jatuh di jalan itu? bukankah kau tau resikonya jika berjalan dalam gelap, dan kau tau jatuh adalah hal biasa dalam hidup? pantasnya kita menjadi manusia yang kuat jika kita terbiasa terjatuh di jalan yang kita pilih untuk kita lalui, lalu disanalah kita di tuntut untuk berhati-hati, meraih mimpi bukan hanya sekedar menacapainya, tapi juga bagai mana kita bisa berproses dan
meraih mimpi kita, bukankah ketika kau gagal pun kau telah menajadi manusia pemberani? ya manusia dengan keberanian untuk memilih jalan yang kita inginkan walau terasa gelap dan jauh.
Dalam perjalanan proses kadang kita mendapat kan hal yang kita tak menduganya, seperti oase di gurun, kita menemukan secuil kebahagiaan dalam berproses, kita menemukan jalan lain yang indah, dan tak jarang kita jadi lebih tau dan sadar akan jalan mana yang akan kita pilih selanjutnya, karena hidup ini bukan sekedar hasil belaka, tapi bagai mana cara kita mencapainya, perbandingan kecil, jika kau bukanlah seorang yang bermateri, engkau akan merasa bahagia dan senang jika kau mendapat sedikit uanng untuk melanjutkan hidup, tapi bagaimana jika kau orang kaya? kau tak lagi berfikir kearah sana tapi kau akan berfikir tentang bagaimana kau menjadi lebih kaya dan lebih lagi, karena untuk urusan makan kau hanya tinggal memilih dimana, bukan bertanya makan apa?
lalu kita masih menanyakan dimana kebahagiaan itu? terasa primitif jika kita menayakan hal itu sesungguhnya, karena pada dasarnya tarap kebahagian manusia itu berbeda-beda, tapi ada satu hal yang membuat manusia merasa lebih bahagia dan di harapkan selalu ada, yaitu mengharap nafas masih bisa kembali, setelah di hempas pergi, karena itu satu-satunya tolak ukur kesuksesan manusia yang tak bisa di pungkiri, karena jika kau kaya dan bermartabat tapi jika kau lupa cara bernafas maka takan ada gunanya hartamu, dan jika kau merasa bahagia karena memiliki semua yang kau inginkan lalu kau berhenti bernafas apakah kau merasakan bahagia?
Bahagia itu seperti kulit ari yang tipis, dan terbungkus rasa syukur atas nikmatnya, lalu dilanjutkan dengan usaha dan doa, untuk mencapai semua yang kita impikan, sabarlah dalam berproses, dalam hidum yang penuh drama, karena itu hanyalah sebuah perjalanan, karena kebahagiaan yang patut kau syukuri sebenarnya ada;lah kau masih memiliki nafas di pagi hari saat kau terbangun, dan jantungmu masih memompa normal aliran darahmu, syukuri itu dan jadikan itu sebuah kebahagiaan yang luar bisa dalam hidupmu, jangan kau meminta lebih atau pun iri pada mereka yang memiliki segalanya jika kau lupa dengan hal kecil yang harusnya lebih kau syukuri bukan kau kufuri, mulailah berfikir positif dalam hidup, dalam usaha, gagal itu ada tapi tetaplah bahagia karena kau memiliki syukur karena masih di beri hidup sampai saat itu.

Wednesday, 23 March 2016

MENARILAH BERSAMA HUJAN

Menarilah di tengah hujan dan lupakan dukamu, disana ada sejuta bahagia menantimu, jangan ingat lagi luka lama, menangislah bersama hujan agar takan ada lagi yang tau dukamu, menarilah bersama anak-anak disana rasakan bahagia mereka hapuslah lukamu, biarkan hujan menghapusnya bersama basahnya tubuhmu, sembunyikanlah tangismu, biarkan menetes bersama aliran air hujan disana, tersenyumlah bersama mereka yang tak merasakan duka, bertingkahlah seolah-olah kau paling bahagia di dunia ini, aliran air hujan mengiringi tangismu menutup luka dalam dirimu.
Kadang kita merasa sendiri dan terpencil seperti orang tersesat, sedihmu terasa seperti duri yang menghujam tajam dalam dagingmu, tanpa tau bagai mana caramu untuk mencabutnya, kadang kita lupa akan siapa kita saat masalah mendera, dunia terasa sempit, semua seakan jauh dan menjauh, lalu kau temukan bahagia di tengah kelilingan air yang begemricik membawa kenangan masa lalu yang terekam jelas di dalam hatimu, mengingatnya seperti belati yang keji merobek relung hatimu, lalu bingungmu menjadi teman sejati, kamu lupa hujan menantimu menari, dia siap menghiburmu dan memelukmu dengan dinginnya. menemani sepimu dengan nyayian alam, dan alunan lembut angin yang menyapamu.
Jangan pendam sedihmu, jangan simpan lukamu, menarilah di hujan dan temukan bahagiamu, lalu peluklah bahgiamu, tertawalah disana, atau menangislah di sana, karena takan ada yang tau jatuhnya airmatamu disana, kadang kita merasa benci akan hujan tapi suatu waktu kita harus bisa bermain bersamanya dan menari di irama musiknya agar kau temukan bahagia yang selama ini kau benci, kembaliah pada masa kecilmu, dan raihlah kembali semangat mu, belajarlah dari hujan, hanya untuk memeluk bumi dia rela jatuh berkali-kali, dan tak jarang tersesat di antara dedaunan rindang, lalu lenyap sebelum terjatuh di bumi, karena kejamnya sang mentari menjemputnya kembali, lalu dia coba terjatuh lagi dan lagi sampai akhirnya mereka berlabuh di muara.
Hidup itu tak selalu indah, hidup pun tak selalu sesuai dengan jalan yang kita inginkan, untuk mendapatkan apa yang kita mau, kita butuh keberanian untuk terjatuh, dan siap untuk menoreh luka yang mungkin akan kau kenang seumur hidupmu, sebagai tanda bahwa kau pernah berjuang dengan segala yang kau bisa, cobalah mengejar mimpi, jika kau merasa sendiri dan ingin menangis dan melepaskan dukamu pergilah di tengah hujan dan mulailah bercerita disana katakan dukamu ungkapkan laramu, mengaislah sesukamu karena hujan akan menyamarkan airmata mu, menghilangkan semua kesahmu, jika itu tak berhasi setidaknya kau mengerti bahwa kau tak sendiri lagi, kau tak lagi merasa sepi, karena hujan masih menemanimu dan mengajarkan bagaimana cara utuk terus berjuang meski jatuh dan terus terjatuh.

Tuesday, 22 March 2016

LOVELY

CINTA, JATUH CINTA, LOVE.......
kata familiar di telinga setiap manusia, dari anak balita sampai yang tua, dari yang berijaza sampai yang biasa-biasa, dari rakyat jelata sampai katalang pengusaha, semuanya pernah mendengar kata cinta, deri mereka dilahirkan atas nama cinta, di besarkan dengan cinta, dan mereka tumbuh dewasa mengenal arti cinta yang sesungguhnya,cinta taakan lebih istimwa jika hanya di bandang dari tulisan belaka, atau sekedar mengucapkan kata-kata cinta, tapi cinta akan berbeda saat hati fikiran dan perasaan menyatu di ucapkan dan di rasakan, semuanya akan terasa indah dan berglora.

Cinta banya antara kita yang luba bagai mana bentuk cinta yang sebenarnya, kita selalu merasa kita cinta, sayang dan care, padahal smua itu tanpa artinya jika kita tak benar-benar merasakannya, cinta hanya akan menjadi pemanis bibir atau sekedar pengnantar sek saat cinta berubah makna, tak jarang pada zman yang begitu modren cinta hanya sebatas pelampiasan, dan juga nilai gengsi semata, mereka anak-anak di zolimi dengan tayangan-tanyangan yang beraromakan cinta secara dewasa, dan orang tua hanya fokus pada bintang idolanya tanpa berfikir moral apa yang akan dia tanamkan dari tontonan yang dia sukguhkan bersama keluarganya, mereka tak punya pilihan akhirnyamereka menjadi dewasa sebelum waktunya.

Cinta adalah pisau bermata dua, yang bisa membuat bahagia, atau pun derita, dari segi mana kita akan mempergunakannya, bijakah kita memakai nya?sering kita menjadikan cinta hanya sebuah tameng untuk ambisi semata, atau sebagai pemuas nafsu belaka, mereka berkoar atas nama cinta rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, setelah itu tinggalah derita yang dia tanam, sebuah ironis praktis dari kalangan pemuda bangsa, korban dari keluarga tanpa batasan dan pengawasan, mengikuti jaman tanpa melihat masa depan,mereka merasa bangga dengan memfasilitasi anaknya dengan segala barang mewah yang di pergunakan dengan mudah untuk bermain dalam dunia mereka, atas nama cinta dan kehormatan serta gengsi mereka melakukan hal yang seharusnya tak di lakukan pada masanya, bahkan dia lebih bahagia dengan semua yang dia lakukan, mempamerkan hasil dari cinta mereka.

Cinta satu kata penuh makna, orang tua yang memiliki cinta akan melahirkan anak yang penuh cinta, mereka di besarkan dengan cinta, di didik dengan cinta dan di arahkan dengan cinta, lalu mereka akan tumbuh sebagai manusia yang penuh cinta dan kasih sayang, secara berlanjut mereka akan terus menjadi manusia yang layak untuk di cintai karena mereka memiliki cinta yang benar-benar cinta, bukan manipulasi dari kata-kata manis berbisa, mereka menanamkan cinta dengan kasih sayang pada teman saudara dan keluarga, dan juga pada orang yang benar-benar dia cintai, tanpa maksut menguasai tapi ingin menjadikan cinta itu sesuatu yang suci dan lebih berarti, karena melkukan cintanya dengan cinta. LAKUKANLAH SEMUANYA DENGAN CINTA DAN KAU AKAN MENEMUKAN CINTA YANG BENAR-BENAR CINTA.
CINTAILAH CINTA SEBELUM KAU MENCINTAI ORANG YANG KAU CINTAI, MAKA CINTA PUN AKAN MEMBAWAMU PADA CINTA YANG KAU CINTAI.

FITNAH OR BULLY

Berlaku baik namun masih di cela itu biasa, manusia selalu lebih benar pandangannya jika di bandingkan dengan realita, banyak hal yang mereka bisa lihat tanpa bisa rasa, indra mereka tak merespon perasaan hanya sebatas cium, dengar dan lihat. Jika saja mereka mau meraba dan mendengar lalu merasakan pasti mereka mengerti betapa sakitnya di caci, apalagi di sakiti dengan hal yang kita tidak ketahui, fitnah misalnya. mereka yang berkata peka terkadang lebih pintar merasa daridapa meraba apa yang di katakan, kalimat yang keluar dari lisan orang lain tak pernah di saring mereka menggap benar apa yang di fikirkan, dan mereka selalu mengimani kesalahannya menjadi sebuah kebenaran mutlak.
Ada sebagian orang yang hanya bisa terdiam tak berdaya, terhimpit di sudut dosa yang mera tak lakukan, di cela dan di hinakan, sedangkan di bingung harus berbuat apa, semua mata seolah-olah menyalahkan dirinya, lalu dengan sadirnya dia tak lagi berdaya, terpaksa menghindar dan pergi jauh entah kemana. berfikirlah manusia, kalian merasa sakit jika di zolimi kenapa kalian suka dengan bully kenapa kalian bangga bisa membuat orang lain hina, kenapa kalian tak duduk bersama dan saling bercerita lalu berbagi rasa, kita sama, kita juga takada yang sempurna, tapi kenapa kita pandai dan lebih lihai mencela dari pada saling menjaga.
Sebagian orang lebih bangga ketika melihat orang lain menderita, lalu mereka merasa bahagia saat melihat orang lain di hinakan, sadarkah kalian jika kalian yang berada di sana, pernahkah kalian berfikir bahwa hidup kalian akan seperti apa,  berfikirlah dalam bertindak, kalian tak ingin di sakiti maka jangan kalian menyakiti, apalagi menyakiti menghinakan dengan fitnah, bayangkan bagai mana rasa sakit itu ada dan terhujam deras dalam benaknya, mereka merasa bingung dan sakit tanpa sebab, di hinakan tanpa tau maslahnya, kalian pernah fikirkan itu.
kita merasa bangga dengan derita orang lain, budaya yang begitu tercela tapi dianggap biasa saja, kita selalu tertawa dengan hasil bully tanpa sadar kita menjadi penikmat hal itu, lihat semua tayangan di tv, hampir semua jika itu tentang bully kita merasa lucu, dan itu sesuatu yang bagus untuk di tertawakan, padahal itu mengajarkan kita tentang hal yang tak baik hanya saja itu di kemas dalam bentuk komedi, banyak antara kita yang tertawa saat orang lain menderita, kita kurang sadar diri dan kurang introipeksi, bully dan fitnah sunggu menyakitkan, pernahkah kalian melihat dan merasakan jika seumur hidup kalian di liputi rasa salah atas apa yang tidak kalian lakukan, atau trauma yang dalam hingga terbawa sampai mengganggu sikis?
Sadarlah kawan hidup kita tak sendiri kita butuh orang lain, dan janganlah kita merasa benar sendiri dan merasa lebih kuat di bandingkan yang lainnya, di atas langit masih ada langit, dan hukum karma pun masih berlaku jika bukan dirimu atau adikmu mungkin hal itu akan terjadi pada anak-anakmu, atau saudara-saudaramu, fikirkan, mulailah untuk saling bersikap baik dan saling menjaga bully dan fitnah bisa datang kapan saja dan di mana saja, sifat iri dan dengki acap kali menjadi pemicu yang luar biasa, imbangilah perbuatanmu dengan kontrol emosi dan mulailah perduli, takan ada yang salah jika kita mau saling berbagi dan melindungi, karena pada hakikatnya manusia sama, mereka mahluk sosial yang hidup dengan masyarakat yang global, bermacam-macam fikiran, bermacam-macam culture tapi satu tujuan kebahagian dan perdamaian, mulailah mengembangkan toleran dan respect, hidup lah dengan damai dan tentram itulah tujuan manusia yang seutuhnya.